Perjalanan mengASIhi bhumi

Berkaca dari pengalaman alm kakak bhumi, kirana. Bisa dibilang hampir gagal mengASIhi, banyak faktornya salah satunya tidak ada pengalaman dan support lingkungan ASI.
Ya support lingkungan ini sangat besar sekali dalam keberhasilan mengASIhi.

Flashback....
Setelah di observasi pasca cecar, naik ke kamar perawatan sekitar jam 10 malam, bhumi langsung room in. 
Hari ke 1 pasca secar ASI belum keluar,bhumi masih bisa anteng, sabar di hari pertama, sesekali bhumi nangis karena mungkin haus, mungkin juga tidak nyaman dg keadaan diluar kandungan. 

Hingga hari ke 2,ASI belum keluar juga, sedikit mulai panik dan stress. Support sistem harus mendukung di saat keadaan seperti ini. Untungnya pihak RS pun pro ASI, jadi diminta untuk terus dicoba jangan menyerah. Mereka tidak ijinkan pakai sufor. Mulai mencari referensi booster ASI, ikhtiar di mulai, minum booster ASI sudah tp belum juga keluar, namun ada sedikit secercah harapan karena payudara sudah mulai mengeras yang tanda nya sebentar lagi ASInya dapat keluar.

Malam hari ke 3 di RS sudah makin stress,bhumi nangis terus,mamak jg sudah mulai bosan di RS,ASI belum keluar 😭
Ya Allah malam ketiga itu aku dan suami ga tidur sama sekali, tepatnya ga bisa tidur karena bhumi nangis terus, Dalam keadaan ini pasti makin panik, tidak banyak juga yang menyerah, bisa jadi karena faktor luar misalnya keluarga yang menyarankan dan bilang kasih sufor aja kasian nangis terus. FYI, jangan langsung buru buru kasih sufor ya karena ASI belum keluar, bayi mampu bertahan tanpa ASI 24 hingga 48 jam setelah di lahirkan. Mungkin buibu ada perasaan ga tega ya karena tangisan bayi, tenang aja rileks dan yakinkan diri bahwa ASI akan keluar.

Alhamdulillah hari ketiga siang, ketika mau pulang kerumah ASInya keluarπŸ˜‡Bhumi langsung nyot nyot nyot payudara bunda,ya Allah itu rasanya bahagia bangettttttt.. Sakit krenyes krenyes pasca secar langsung hilang seketika sakit nya ketika kita memandang bayi kita sedang menyusu di payudara kita. Semua sakit, rasa ngantuk pun sirna....


Sebelumnya aku minum Asifit,dan kurang bekerja optimal di mamak bhumi,akhirnya ganti supplement herbs oglf gold + Blackmores. Hasilnya? Alhamdulillah it works 😍 ASInya mengalir dengan lancar,selain karena HOG dan Blackmores,hal yang paling terpenting dalam berhasilnya proses mengASIhi adalah sentuhan/kenyotan dari mulut bayi kita ya buibu.. Nah tapi HOG ini side effectnya di mamak bhumi ya itu jadi bau badan wkwkwkwkwk bau pake bangetttt keringetnya.....

Alhamdulillah saat ini bhumi dikasih ASI yang cukup sama Allah, dan Alhamdulillah di cukupkan  hingga 2 tahun dengan drama milk blister (Insha Allah akan dibahas terpisah ya tentang ini)

Untuk buibuuu yang sedang berjuang mengASIhi semangat ya,jangan males untuk pumping juga, dulu mamak bhumi tiap tengah malem kebangun selalu pumping, misal bhumi mimik yang kiri, yang kanannya dikeluarin, karena prinsip asi kan juga supply and demand. Lelah? Iya pasti, enakan bobo dari pada pumping, tapi percaya deh capenya itu nanti kebayar dengan melihat jejeran ASIP di freezer dan ngeliat anak kita aktif, sehat. Dan untuk para ayah please please buat bahagia ya para istrinya selama mengASIhi, jangan bikin stress istrinya, bantuin istrinya, pijitin istrinya, sayangi istrinya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cahaya baru

Bapak, Kaulah Segalanya, Penyelamat Hidupku

Pindahan Rumah Lagi (Sampai Kalimantan)